Leicester City Selesai Separuh Jalan di Premier League Musim Itu

Leicester City Selesai Separuh Jalan di Premier League Musim Itu

Leicester City Selesai Separuh Jalan di Premier League Musim Itu

Agen Bola Tangkas, Jakarta – Leicester City merespons kekalahan di Boxing Day lantas dengan hasil 0-0 lawan Manchester City, untuk terus bercokol di papan atas pada akhir paruh pertama musim.

Kekalahan 0-1 atas Liverpool di Anfield akhir minggu lantas menyudahi rentetan 10 pertandingan tidak terkalahkan Leicester di Premier League. Juga sebagai tim surprise, yang menyodok ke atas, umum juga menanti bagaimanakah The Foxes bakal berikan tanggapan. Pertandingan lawan City disebut-sebut juga sebagai ujian mental untuk Leicester.

Di King Power Stadium, Rabu (30/12/2015) dinihari WIB, Leicester lalu berikan bukti. Bermain dibawah gegap-gempita pendukungnya sendiri, tim garapan Claudio Ranieri ini tampak bertenaga.

Bukan hanya melalui Jamie Vardy serta Riyad Mahrez, yang terakhir selalu jadi buah bibir, Leicester juga menghentak melalui N’Golo Kante yang menunjukkan laju serta kegigihan untuk meredam Raheem Sterling, Wes Morgan masih tetap tangguh mengawal jantung pertahanan Leicester, atau full-back Christian Fuchs yang teratur menyisir segi kiri lapangan–dan dari kondisi bola mati memaksa Joe Hart lakukan penyelamatan di menit ke-77.

Dengan cara spesial untuk Fuchs, BBC mencatat bahwa ia memiliki kesempatan menyentuh bola sejumlah 94 kali di segi kiri Leicester serta hanya Bacary Sagna yang mempunyai possession semakin besar.

Penjaga gawang Kasper Schmeichel juga seperti tidak ingin kalah. Hadapi club yang pernah ia bela ini Schmeichel dicatat Sky Sports bikin lima penyelamatan keseluruhannya, termasuk juga blok atas tembakan Kevin De Bruyne serta serangakaian penyelamatan dari usaha Sterling menjebol gawangnya.

Hingga peluit akhir dibunyikan, score 0-0 tak beralih. Untuk kali pertama dalam 15 pertandingan Leicester tidak dapat buat gol di kandang sendiri. Namun di segi lain mereka telah menunjukkan tanggapan jempolan selesai kekalahan, dengan meredam City yang sedari awal musim telah dijagokan juga sebagai kandidat serius juara.

S/d 19 kompetisi, sebagai titik separuh jalan, Leicester juga dapat mengoleksi 39 poin untuk duduk di posisi dua klassemen Premier League. Leicester hanya kalah selisih gol dari Arsenal yang memuncaki klassemen dengan pencapaian poin setara.

Dari separuh jalan itu Leicester telah memperoleh poin dari Tottenham Hotspur (1 poin), Manchester United (1 poin), Chelsea (3 poin), serta City (1 poin) di King Power Stadium. Separuh jalan selanjutnya bisa jadi semakin menantang untuk Leicester yang musim dengan cara beruntun jadi juru kunci Premier League dari minggu 13 hingga 31. Tetapi, tantangan ini nampaknya dengan suka hati bakal ditempuh oleh timnya Ranieri.

” Saya pikir kami telah menunjukkan kompetisi yang sangat bagus. Ini tidak gampang. Kami main bagus, bikin beberapa kesempatan. Saya mau lihat beberapa pemain saya berikan tanggapan selesai kekalahan atas Liverpool serta mereka merespons dengan baik, ” ucap Ranieri seperti diambil BBC.

” Tiap-tiap kompetisi susah untuk kami. Liga itu sangat hilang ingatan… seluruhnya mau memenangkan liga. Itu sangat aneh. Kami itu seperti suatu lantai dasar serta tim-tim lain seperti suatu villa elegan dengan kolam renang. Tak gampang untuk kami, namun kami mau bertarung dengan seluruhnya tim. ”

” Yang kami kerjakan sekarang ini telah jadi suatu keajaiban, ” papar peracik taktik berjuluk Tinkerman itu.

Pembicaraan Ranieri ini kelihatannya juga menyiratkan pergeseran misi dari Leicester, sebelumnya setelah ia selalu bersikeras tujuan intinya yaitu meraih 40 poin–titik yang seringkali di rasa aman dari ancaman degradasi.

Baca Juga : Wenger Pertanyakan Tiga Gol Southampton, Koeman : Hanya Tiga Gol Saja?

Mirror menyebutkan bahwa mulai sejak Nottingham Forest dibawah arahan Brian Clough pada 37 th. silam (1978), belum pernah ada lagi club ” antah-berantah ” yang mendadak bikin surprise dengan jadi kampiun Inggris. Clough sendiri pada awal mulanya telah bikin surprise dengan membawa Derby County juara liga pada 1972. Juga sebagai catatan ke-2 tim itu dengan cara kebiasaan adalah rival kental dari Leicester.