Preview Italia vs Jerman: Keperkasaan Der Panzer Dihadang Strategi Baru Gli Azzurri

Preview Italia vs Jerman: Keperkasaan Der Panzer Dihadang Strategi Baru Gli Azzurri

preview-italia-vs-jerman-keperkasaan-der-panzer-dihadang-strategi-baru-gli-azzurri-0i0

Agen bola online _ MILAN – Dua raksasa Eropa, Italia dan Jerman bakal adu kemampuan di pertandingan uji coba internasional. Meski sekadar laga pemanasan dan ajang uji strategi, bentrokan kedua tim di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (16/11/2016) dini hari WIB diyakini bakal berlangsung sengit serta menegangkan.

Hal itu wajar terjadi sebab mereka sama-sama ingin membuktikan diri sebagai raksasa terbaik di benua biru. Ini juga dijadikan sebagai bentuk persiapan jelang Piala Dunia 2018 mendatang.

Dalam catatan head to head, Jerman sedikit unggul dari Italia. Pada dua bentrokan terakhir di tahun ini, mereka sukses meraih kemenangan. Hal itu diraih Jerman pada laga uji coba 30 Maret 2016 lalu. Ketika itu Der Panzer menang telak 4-1.
Baca juga : Hasil Lengkap dan Klasemen Pekan ke-28 ISC A 2016, 11-14 November
Kemenangan selanjutnya diraih Jerman pada babak perempat final Piala Eropa, 3 Juli 2016. Dalam waktu normal, skor bertahan imbang 1-1. Namun tim asuhan Joachim Loew lebih beruntung saat lakoni drama adu penalti. Jerman menang 6-5 dan mereka lolos ke fase empat besar.

“Saat ini Jerman lebih kuat dari kami. Jadi, kami tidak boleh bermain dengan cara yang sama,” ucap pelatih Italia, Giampiero Ventura. “Mereka memiliki kualitas yang sangat terorganisir. Karena itu kami tidak akan mengandalkan gaya permainan yang serupa,” jelasnya yang dikutip dari The Sun.

Saat ditangani Antonio Conte, Italia kerap mengandalkan formasi 3-4-3. Sayangnya strategi itu tidak berjalan mulus di hadapan Mario Goetze Cs. Kini Italia di bawah asuhan Ventura coba menerapkan formasi 4-4-2 klasik yang dapat bertransformasi jadi 4-2-2-2 atau 3-5-2. Meski terlihat menumpuk di lini tengah, namun strategi itu terbukti ciamik dalam empat laga terakhir. Pada kesempatannya tersebut, Gli Azzurri menang tiga kali dan imbang sekali.

Di sisi lain, Jerman sepertinya masih konsisten dengan formasi 4-2-3-1. Namun yang jadi perbedaan, Loew kali ini banyak mengandalkan pemain-pemain muda. Ia tidak membawa nama-nama beken seperti Toni Kroos, Mesut Ozil, Andre Schuerrle dan Manuel Neuer. Loew memberi kesempatan pada pemuda bertalenta semisal Jonathan Tah (20 tahun), Max Meyer (21 tahun), Julian Weigl (21 tahun), Leon Goretzka (21 tahun) dan Serge Gnarby (21 tahun).

Ini bisa dimanfaatkan oleh Italia sebagai tuan rumah. Dengan mengandalkan pemain berpengalaman seperti Daniele De Rossi, Leonardo Bonucci, Marco Parolo, Ciro Immobile dan Simone Zaza, Italia harusnya bisa meladeni agresivitas Tim Panser yang baru saja menang 8-0 di laga sebelumnya.

Berikut prakiraan susunan pemain kedua tim
Italia (4-4-2):
Buffon; De Sciglio, Bonucci, Romagnoli, Darmian; Bonaventura, De Rossi, Verratti, Parolo; Immobile, Eder

Jerman (4-2-3-1):
Ter Stegen; Howedes, Hummels, Kimmich, Hector; Khedira, Gundogan; Mueller, Goetze, Gnabry; Volland

—————————————-
Head to Head (5 Bentrokan Terakhir)
3 Juli 2016: Jerman 1-1 (6-5) Italia
30 Maret 2016: Jerman 4-1 Italia
16 November 2013: Italia 1-1 Jerman
29 Juni 2012: Jerman 1-2 Italia
10 Februari 2011: Jerman 1-1 Italia

—————————————-
5 Laga Terakhir Italia:
2 September 2016: Italia 0-2 Prancis
6 September 2016: Israel 1-3 Italia
7 Oktober 2016: Italia 1-1 Spanyol
10 Oktober 2016: Makedonia 2-3 Italia
13 November 2016: Liechtenstein 0-4 Italia


5 Laga Terakhir Jerman:

1 September 2016: Jerman 2-0 Finlandia
5 September 2016: Norwegia 0-3 Jerman
9 Oktober 2016: Jerman 3-0 Republik Ceko
12 Oktober 2016: Jerman 2-0 Irlandia Utara
12 November 2016: San Marino 0-8 Jerman