Cemoohan untuk Domagoj Vida di Luzhniki

Cemoohan untuk Domagoj Vida di Luzhniki

408b2bd4-9651-4134-9a44-8f4911107979_43

Situs Agen Bola Tangkas Online Terpercaya – Bek Kroasia, Domagoj Vida, patut diacungi jempol atas performanya di semifinal Piala Dunia 2018. Sepanjang laga, Vida harus bermain di bawah tekanan publik yang mencemoohnya. Ada apa?

Vida berpasangan dengan Dejan Lovren sebagai duet di jantung pertahanan Kroasia selama turnamen ini, termasuk saat menghadapi Inggris di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7/2018) dinihari WIB, dalam perebutan tiket ke final.

Setelah melewati 120 menit, Kroasia akhirnya mampu melaju ke final dan menantang Prancis akhir pekan ini. Skor akhir adalah 2-1 untuk kemenangan Kroasia.

Vida sepanjang pertandingan memang cuma membuat sekali aerial duel dan dua tekel sukses, kalah jauh dibanding Lovren. Tapi, Vida bisa dikatakan bermain tenang selama pertandingan dan jarang terprovokasi lawan.

Padahal melihat catatannya musim lalu bersama Besiktas, Vida mengoleksi delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Belum lagi soal tekanan yang dilancarkan penonton kepadanya sepanjang lagi, di mana Vida selalu di-boo setiap menguasai bola. Boleh jadi cemoohan itu dilancarkan oleh suporter lokal yang ikut menonton pertandingan.

Baca Juga :Keajaiban Kroasia

Hal ini terkait selebrasi Vida usai Kroasia menyingkirkan tuan rumah Rusia di perempatfinal dalam drama adu penalti. Pada video yang viral itu, Vida berteriak ‘Glory to Ukraine’ atau “Jayalah Ukraina”, sebelum staf pelatih Kroasia yang juga mantan rekan setimnya, Ognej Vukojevic, menambahi “kemenangan ini untuk Dynamo dan Ukraina… maju Kroasia.”

Keduanya memang pernah main bareng di Dynamo Kiev dan video itu dianggap sebagian orang sebagai bentuk penghinaan kepada Rusia, mengingat Ukraina dulunya jadi bagian Uni Soviet.

Atas kejadian itu, Vida sudah diberi peringatan oleh FIFA sementara Vukojevic dipulangkan ke kampung halaman. Sementara, Vida sudah mengklarifikasi lewat surat kabar Rusia, Sport Express, bahwa video itu hanyalah pesan pribadi kepada temannya di Kiev.

Namun, saat beberapa media internasional termasuk detikSport coba mengonfirmasi dengan bahasa Inggris di mixed zone usai pertandingan kontra Inggris, Vida berlalu begitu saja. Padahal Vida sebelumnya sempat melayani wawancara namun dalam bahasa Kroasia.