Pogba di MU dan Timnas Prancis: Bak Dua Sisi Mata Uang

Pogba di MU dan Timnas Prancis: Bak Dua Sisi Mata Uang

70b69a1c-29ef-484a-b89d-91b37aa8ad53_169

Situs Agen Bola Tangkas Online Terpercaya – Paul Pogba sejauh ini boleh dibilang masih tampil angin-anginan saat memperkuat Manchester United. Tapi, Pogba justru lebih moncer kala berseragam timnas Prancis.

Sejak didatangkan dari Juventus pada 2016, Pogba memang berhasil menyumbangkan dua trofi untuk MU yakni Liga Europa dan Piala Liga Inggris serta jadi andalan di lini tengah. Saat itu Pogba berstatus sebagai pemain termahal dunia.

Tapi dilihat dari sisi kontribusi, Pogba dianggap belum memuaskan publik Old Trafford sampai saat ini. Penampilannya dinilai naik turun dan tak sepadan dengan harga mahalnya.

Contoh saja musim lalu ketika Pogba dianggap sebagai biang keladi terpuruknya MU karena gagal meraih satu pun trofi. Statistik Pogba padahal tidak buruk-buruk amat dengan torehan enam gol dan 12 assist dari 37 penampilan.

Baca Juga :Karius Mulai Galau dengan Masa Depannya di Liverpool

Namun, Pogba lantas membungkam kritik ketika tampil hebat bersama Prancis di Piala Dunia 2018. Memang hanya satu gol dibuatnya saat menghadapi Kroasia di final, tapi perannya di lini tengah jadi salah satu alasan Les Bleus jadi juara dunia.

Anomali Pogba ini pun lantas ditanyakan langsung kepada Jose Mourinho selaku manajer MU yang bertanggung jawab atas performanya di level klub. Soal Pogba, Mourinho menyebut durasi kompetisi yang singkat memungkinan Pogba bisa tampil oke tanpa harus memikirkan konsistensi.

Di level klub, Pogba harus bisa mempertahankan konsistensi permainannya dari pekan ke pekan dan lawan yang dihadapi pun bermacam-macam.

“Saya rasa ini bukan soal bagaimana kami mengeluarkan permainan terbaiknya, tapi soal bagaimana dia tampil dalam performa terbaiknya,” ujar Mourinho kepada ESPN.

“Saya rasa Piala Dunia itu adalah ajang yang sempurna untuk para pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya,” sambungnya.

“Kenapa? Karena turnamen itu cuma sebulan, di mana dia hanya berpikir soal sepakbola. Dia cuma berada di pusat latihan bersama timnhya, benar-benar terisolasi dari dunia luar, di mana dia cuma fokus ke sepakbola, di mana itu bisa memotivasinya saat bertanding.

“Tapi saat di klub, Anda punya laga besar laga kecil selama semusim, lalu bahkan ada laga melawan tim lebih kecil lagi, Anda bisa kehilangan fokus, konsentrasi, lalu tiba-tiba ada pertandingan lagi.”

“Selama Piala Dunia, segalanya lebih tertata. Dari fase grup, 16 besar, perempatfinal, semifinal, final. Ini yang memotivasi. Ini yang membuat pemain lebih berkonsentrasi. Jadi saya pikir itu jadi tempat yang sempurna untuknya,” tutupnya.