Man City Mau Beri Guard of Honour, Eks Pemain Liverpool Heran

Man City Mau Beri Guard of Honour, Eks Pemain Liverpool Heran

Situs agen bola tangkas online terpercaya – Manchester City kabarnya siap memberi Guard of Honour ke Liverpool, yang berhasil merebut gelar juara Liga Inggris. Niatan The Citizens dipertanyakan.

City gagal mempertahankan trofi juara Liga Inggris di musim 2019/2020, yang dalam dua musim sebelumnya dikuasai. Kekalahan 1-2 dari Chelsea akhir pekan lalu membuat trofi kini diraih Liverpool.

Kekalahan membuat City cuma mengoleksi 63 poin dari 31 laga di peringkat dua klasemen Liga Inggris, di bawah Liverpool, yang punya 86 poin. Dengan menyisakan 7 pertandingan lagi, pasukan Pep Guardiola takkan bisa mengejar sang rival.

City pun akan memberikan Guard of Honour kepada Liverpool, yang baru meraih trofi Premier League pertamanya itu. Hal itu dinilai omong kosong, karena dinilai Guard of Honour bukan cara yang tepat menghormati tim juara.

Saya pikir ini omong kosong. Saya tidak tahu dari mana itu dimulai, dan mengapa itu dilakukan. Saya akan merasa tidak nyaman melakukannya,” kata mantan pemain Liverpool pada musim 1997-2004, Danny Murphy, kepada talkSport.

“Saya akan melakukannya karena memang harus melakukannya. Tetapi, saya sebenarnya tidak ingin melakukannya, karena itu tidak dilakukan dengan tulus.”

Baca juga : Solskjaer: Rashford Hanya Butuh Waktu untuk Subur Lagi

“Jika saya pemain Liverpool, dan Manchester United juara, anda tahu mereka lebih baik. Anda menghargainya, dan berusaha sebaik mungkin sepertinya, sehingga mereka tahu Anda juga menghormatinya. Fans tidak ingin Anda melakukannya. Para pemain juga, ini semua soal hasil dan tidak berarti apa-apa,” jelas Murphy, yang punya catatan 246 laga dan bikin 44 gol di Liverpool itu.

Murphy, yang membantu Liverpool juara Piala FA, Piala UEFA, dan Piala Super Eropa itu menilai, tradisi Guard of Honour juga tidak tepat dari sisi pemain. Ia mencontohkan Kevin de Bruyne, gelandang City yang dinilai bermain sangat baik musim ini, harus memberi tribute kepada lawan yang sedianya tidak sebaik dirinya.

“Kevin De Bruyne adalah gelandang terbaik, mungkin di dunia, kemudian dia bertepuk tangan dan memberikan respek ke pemain yang bahkan tidak bisa menandinginya. Jika saya yang juara, kemudian melewatinya, ya bakal canggung. Saya tidak akan nyaman, tapi paham kenapa hal itu dilakukan sebab ingin memberi pesan ke penonton, tetapi saya tetap tidak mengerti intinya,” jelasnya.